Feb 22
Boden Powell Day
icon1 Jackadmblog | icon2 Kegiatan | icon4 02 22nd, 2009| icon32 Comments »

Salam Pramuka,

Pepatah mengatakan bangsa yang luhur adalah bangsa yang menghormati jasa-jasa para pahlawan. Dalam rangka memperingati BP Day 2009 Kwarcab Karawang via DKC-nya menyelenggarakan Lintas Juang 2009.
Kegiatan ini diikuti oleh Pramuka Penegak di Wil. Kwarcab Karawang. Lintas Juang ini dilaksanakan pada tanggal 20 s.d. 22 Februari dengan Route Etape 1 Karangpawitan - Rawagede, Etape II Rawagede - Rengasdengklok.

Kegiatan ini terlaksana dengan baik karena semua pihak bekerjasama dengan baik. Tujuan utama kegiatan ini adalah sebagai wadah silaturohmi antara anggota penegak dan pandega yang berada di Kwartir cabang Karawang, dan yng tidak kalah penting melalui kegiatan Lintas Juang 2009 Anggota Pramuka Penegak dapat mengambil nilai-nilai moral, antara lain: Kerjasama, Tenggangrasa, Tepa salira

No tags for this post.
Feb 17

Salam Pramuka,
Yang saya posting kali ini adalah fenomena kepramukaan Khususnya di Gugus Depan. Gerakan Pramuka adalah suatu organisasi yang bertujuan untuk menjadikan pemuda indonesia sehingga menjadi manusia berkepribadian, berwatak, dan berbudi pekerti luhur
nah bagaimana bisa tercapai jika dalam gerakan pramuka baik tingkat kwarnas hingga gugus depan, anggota pramuka tidak mengamalkan trisatya dan dasa darma. marilah mulai saat ini selaku pramuka mencoba untuk mengamalkan trisatya dan dasa darma di kehidupan. mari kita bersama-sama untuk belajar merealisasikan tri satya dan dasa darma

No tags for this post.
Feb 14

Salam Pramuka

Kali ini yang saya posting adalah amanat yang saya sampaikan kepada adik-adikku Anggota scout-moslem, Pasukan Syekh Qurotul ‘Ain dan Ny. St. Walidah A. Dahlan, Gudep 10103-10104, Pangkalan SMP Islam Rengasdengklok, Tepat pada siang tadi tanggal 14-Februari-2009, Jam 12.20 dilaksanakan Upacara Pembukaan Latihan, dan pada kesempatan tersebut saya memberikan amanat untuk adik-adikku.

Amanat tersebut, adalah sebagai berikut:

Assalamu’alaikum wr. wb.
Salam Pramuka !
Pramuka
Tepuk Pramuka

Alhamdulillah puji dan syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Allah swt., yang telah memberikan kita semua ni’mat sehingga bisa hadir pada latihan pasukan di siang ini, Sholawat serta salam marilah kita persembahkan kepada Nabi Muhammad Saw. beserta keluarga, Sohabat dan kita selaku umatnya yang ta’at kepada ajarannya hingga yaumil akhir. amiin.

Adik-adikku, para pemuda & pemudi harapan bangsa, kita semua pada kesempatan siang ini akn berlatih Teknik Kepramukaan, dan tema yang saya bahas pada upacara ini sesuai dengan Dasa Dharma yang pertama, (Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa)

Adik-adiku waspadalah pada hari ini akanterjadi Gerakan pemurtadan agama islam, dengan senjata/media yaitu Valentine Day. Kakak menyarankan untuk tidak mengikuti kebudayaan asing, karena Valentin Day adalah budaya Non Muslim

Sebagai seorang muslim tanyakanlah pada diri kita sendiri, apakah kita akan mencontohi begitu saja sesuatu yang jelas bukan bersumber dari Islam ?

Mari kita renungkan firman Allah :“ Dan janglah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya”. (Surah Al-Isra : 36)

Dalam Islam kata “tahu” berarti mampu mengindera(mengetahui) dengan seluruh panca indera yang dikuasai oleh hati. Pengetahuan yang sampai pada taraf mengangkat isi dan hakikat sebenarnya. Bukan hanya sekedar dapat melihat atau mendengar. Bukan pula sekadar tahu sejarah, tujuannya, apa, siapa, kapan(bila), bagaimana, dan di mana, akan tetapi lebih dari itu.

Oleh karena itu Islam amat melarang kepercayaan yang membonceng(mendorong/mengikut) kepada suatu kepercayaan lain atau dalam Islam disebut TAQLID. Hadits Rasulullah SAW :“ Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu”.
Firman Allah SWT dalam Surah AL Imran(keluarga Imran) ayat 85 :“Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-sekali tidaklah diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”.

Adik-adiku mungkin tidak banyak yang akan kakak sampaikan, tapi kakak berharap anggota Pramuka/Scout Moslem tidak mengikuti/merayakan valentine Day,

Selamat Berlatih, teruskan semangat Pemuda-Pemudi ISlam.
Allahu Akbar
Akhirul Kalam Wassalamu’alaikum wr.wb.
Salam Pramuka

No tags for this post.
Feb 10
Aku untuk Negeriku (Part 2)
icon1 Jackadmblog | icon2 Kepramukaan | icon4 02 10th, 2009| icon32 Comments »
Assalamu’alaikum wr. wb.
Salam Pramuka,

Artikel/Posting ke-2 Blog Competition 2009,

Masih tentang peran kita sebagai anak bangsa, apa yang bisa kita lakukan buat bangsa tercinta? jangan pernah putus asa, siapapun kita pasti punya andil terhadap perkembangan Bangsa tercinta. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan terhadap Negeri kita tercinta, Hal yang kecil tapi mempunyai peran yang amat vital terhadap masa depan bangsa adalah:

1. Menghemat penggunaan listrik di rumah kita; dengan cara mematikan peralatan yang tidak
digunakan, karena listrik adalah sumber daya yang tidak bisa kita perbaharui.
2. Membuang sampah tempatnya; dengan membung sampah pada tempatnya kita bisa
mengurangi bencana alam banjir yang bisa merugikan negara kita, Bencana banjir yang
terjadi sekarang ini mengakibatkan kas negara berkurang, jika kit bisa mencegh banjir maka
dana tersebut kemungkinan akan dialokasikan untuk pos yang lain seperti pendidikan,
kesehatan, dll.
3. Mengurangi pengunaan kendaraan bermotor; Penggunaan kendaraan bermotor yang
berlebihan mengakibatkan polusi yang sangat menakutkan, bisa kita bayangkan jika
Indonesia penuh dengan Polusi, apa kata Dunia?

Ke dah dulu yah, ntar disambung lagi!
Wassalamu’alaikum wr. wb.

No tags for this post.
Feb 9
Sejarah Syekh Quro
icon1 Jackadmblog | icon2 Sejarah | icon4 02 9th, 2009| icon3No Comments »

Salam Pramuka,

Syekh Quro atau Syekh Qurotul Ain Pulobata adalah pendiri pesantren pertama di Jawa Barat, yaitu Pesantren Quro di Tanjung Pura, Karawang pada tahun 1428.

Nama asli Syekh Quro ialah Syekh Hasanuddin atau ada pula yang menyebutnya Syekh Mursahadatillah. Beberapa babad menyebutkan bahwa ia adalah muballigh (penyebar agama) penganut madzhab Hanafi yang berasal dari Makkah, yang berdakwah di daerah Karawang dan diperkirakan datang ke Pulau Jawa melalui Champa atau kini Vietnam selatan.

Dalam menyampaikan ajaran Islam, Syekh Quro melakukannya melalui pendekatan yang disebut Dakwah Bil Hikmah, sebagaimana firman ALLAH dalam Al-Qur’an Surat XVI An Nahl ayat 125, yang artinya : “Serulah ke jalan Tuhanmu dengan hikmah (kebijaksanaan) dan dengan pelajaran yang baik, dan bertukar pikiranlah dengan mereka dengan cara yang terbaik”.

Sebagian cerita menyatakan bahwa pada Tahun 1409, Kaisar Cheng Tu dari Dinasti Ming memerintahkan Laksamana Haji Sampo Bo untuk memimpin Armada Angkatan Lautnya dan mengerahkan 63 buah Kapal dengan prajurit yang berjumlah hampir 25.000 orang untuk menjalin persahabatan dengan kesultanan yang beragama Islam.

Dalam Armada Angkatan Laut Tiongkok itu rupanya diikutsertakan Syekh Hasanuddin dari Campa untuk mengajar Agama Islam di Kesultanan Malaka, Sebab Syekh Hasanuddin adalah putra seorang ulama besar Perguruan Islam di Campa yang bernama Syekh Yusuf Siddik yang masih ada garis keturunan dengan Syekh Jamaluddin serta Syekh Jalaluddin, ulama besar Makkah.

Bahkan menurut sumber lain, garis keturunannya sampai kepada Sayyidina Husein bin Sayyidina Ali r.a., menantu Rasulullah SAW.

Adapun pasukan angkatan laut Tiongkok pimpinan Laksamana Sam Po Bo lainnya ditugaskan mengadakan hubungan persahabatan dengan Ki Gedeng Tapa, Syahbandar Muara Jati Cirebon dan sebagai wujud kerjasama itu maka kemudian dibangunlah sebuah menara di pantai pelabuhan Muara Jati.

Dikisahkan pula bahwa setelah Syekh Hasanuddin menunaikan tugasnya di Malaka, selanjutnya beliau mengadakan kunjungan ke daerah Martasinga, Pasambangan, dan Jayapura melalui pelabuhan Muara Jati. Kedatangan ulama besar tersebut disambut baik oleh Ki Gedeng Tapa atau Ki Gedeng Jumajan Jati putra bungsu Prabu Wastu Kancana, Syahbandar di Cerbon Larang (yang menggantikan Ki Gedeng Sindangkasih yang telah wafat). Ketika kunjungan berlangsung, masyarakat di setiap daerah yang dikunjungi merasa tertarik dengan ajaran Islam yang dibawa Syekh Quro, sehingga akhirnya banyak warga yang memeluk Islam.

Kegiatan penyebaran Agama Islam oleh Syekh Hasanuddin rupanya sangat mencemaskan penguasa Pajajaran waktu itu, yaitu Prabu Wastu Kencana atau Prabu Angga Larang yang menganut ajaran Hindu. Sehingga beliau diminta agar penyebaran agama tersebut dihentikan.

Oleh Syekh Hasanuddin perintah itu dipatuhi. Kepada utusan yang datang kepadanya ia mengingatkan, bahwa meskipun dakwah itu dilarang, namun kelak dari keturunan Prabu Angga Larang akan ada yang menjadi seorang Waliyullah. Beberapa saat kemudian Syekh Hasanuddin mohon diri kepada Ki Gedeng Tapa.

Sebagai sahabat, Ki Gedeng Tapa sendiri sangat prihatin atas peristiwa yang menimpa ulama besar itu, Sebab ia pun sebenarnya masih ingin menambah pengetahuannya tentang Agama Islam. Oleh karena itu, sewaktu Syekh Hasanuddin kembali ke Malaka, putrinya yang bernama Nyai Subang Karancang atau Nyai Subang Larang dititipkan ikut bersama ulama besar ini untuk belajar Agama Islam di Malaka.

Beberapa waktu lamanya berada di Malaka, kemudian Syekh Hasanuddin membulatkan tekadnya untuk kembali ke wilayah Kerajaan Hindu Pajajaran. Dan untuk keperluan tersebut, maka telah disiapkan 2 perahu dagang yang memuat rombongan para santrinya termasuk Nyai Subang Larang.

Sekitar tahun 1418 Masehi, setelah rombongan ini memasuki Laut Jawa, kemudian memasuki Muara Kali Citarum yang pada waktu itu ramai dilayari oleh perahu para pedagang yang memasuki wilayah Pajajaran. Selesai menyusuri Kali Citarum ini akhirnya rombongan perahu singgah di Pura Dalam atau Pelabuhan Karawang. Kedatangan rombongan ulama besar ini disambut baik oleh petugas Pelabuhan Karawang dan diizinkan untuk mendirikan musholla yang digunakan juga untuk belajar mengaji dan tempat tinggal.

Setelah beberapa waktu berada di pelabuhan Karawang, Syekh Hasanuddin menyampaikan dakwahnya di musholla yang dibangunnya dengan penuh keramahan. Uraiannya tentang agama Islam mudah dipahami, dan mudah pula untuk diamalkan, karena ia bersama santrinya langsung memberi contoh. Pengajian Al-Qur’an memberikan daya tarik tersendiri, karena ulama besar ini memang seorang Qori yang merdu suaranya. Oleh karena itu setiap hari banyak penduduk setempat yang secara sukarela menyatakan masuk Islam.

Berita tentang dakwah Syeh Hasanuddin (yang kemudian lebih dikenal dengan nama Syekh Quro) di pelabuhan Karawang rupanya telah terdengar kembali oleh Prabu Angga Larang, yang dahulu pernah melarang Syekh Quro melakukan kegiatan yang sama tatkala mengunjungi pelabuhan Muara Jati Cirebon. Sehingga ia segera mengirim utusan yang dipimpin oleh sang putra mahkota yang bernama Raden Pamanah Rasa untuk menutup Pesantren Syekh Quro.

Namun tatkala putra mahkota ini tiba di tempat tujuan, rupanya hatinya tertambat oleh alunan suara merdu ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dikumandangkan oleh Nyai Subang Larang. Putra Mahkota (yang setelah dilantik menjadi Raja Pajajaran bergelar Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi) itu pun mengurungkan niatnya untuk menutup Pesantren Quro, dan tanpa ragu-ragu menyatakan isi hatinya untuk memperistri Nyi Subang Larang yang cantik itu dan halus budinya.

Lamaran tersebut rupanya diterima oleh Nyai Subang Larang dengan syarat mas kawinnya haruslah berupa “Bintang Saketi”, yaitu simbol dari “tasbih” yang berada di Negeri Makkah.

Sumber lain menyatakan bahwa hal itu merupakan kiasan bahwa sang Prabu haruslah masuk Islam, dan patuh dalam melaksanakan syariat Islam. Selain itu, Nyai Subang Larang juga mengajukan syarat, agar anak-anak yang akan dilahirkan kelak haruslah ada yang menjadi Raja. Semua hal tesebut rupanya disanggupi oleh Raden Pamanah Rasa, sehingga beberapa waktu kemudian pernikahan pun dilaksanakan, bertempat di Pesantren Quro (atau Mesjid Agung sekarang) dimana Syekh Quro sendiri bertindak sebagai penghulunya.

Pernikahan di musholla yang senantiasa menganggungkan asma ALLAH SWT itu memang telah membawa hikmah yang besar, dan Syekh Quro memegang peranan penting dalam masuknya pengaruh ajaran Islam ke keluarga Sang Prabu Siliwangi. Sebab para putra-putri yang dikandung oleh Nyai Subang Larang yang muslimah itu, memancarkan sinar IMAN dan ISLAM bagi umat di sekitarnya. Nyai Subang Larang sebagai isteri seorang raja memang harus berada di Istana Pakuan Pajajaran, dengan tetap memancarkan Cahaya Islamnya.

Putra pertama yang laki-laki bernama Raden Walangsungsang setelah melewati usia remaja, maka bersama adiknya yang bernama Raden Rara Santang, meninggalkan Istana Pakuan Pajajaran kemudian mendapat bimbingan dari ulama besar yang bernama Syekh Dzatul Kahfi di Paguron Islam di Cirebon. Setelah kakak beradik ini menunaikan ibadah Haji, maka Raden Walangsungsang menjadi Pangeran Cakrabuana memimpin pemerintahan Nagari Caruban Larang, Cirebon.

Sedangkan Raden Rara Santang sewaktu di Makkah diperistri oleh Sultan Mesir yang bernama Syarif Abdullah. Adik Raden Walangsungsang yang bungsu adalah laki-laki bernama Raden Sangara atau Pangeran Kian Santang, pada masa dewasanya menjadi Muballigh untuk menyebarkan agama Islam di daerah Garut.

Adapun kegiatan Pesantren Quro yang lokasinya tidak jauh dari pelabuhan Karawang, rupanya kurang berkembangnya karena tidak mendapat dukungan dari pemerintah kerajaan Pajajaran. Hal tersebut rupanya dimaklumi oleh Syekh Quro, sehingga pengajian di pesantren agak dikurangi, dan kegiatan di masjid lebih dititik beratkan pada ibadah seperti shalat berjamaah.

Kemudian para santri yang telah berpengalaman disebarkan ke pelosok pedesaan untuk mengajarkan agama Islam, terutama di daerah Karawang bagian selatan seperti Pangkalan. Demikian juga ke pedesaan di bagian utara Karawang yang berpusat di Desa Pulo Kalapa dan sekitarnya.

Dalam semaraknya penyebaran agama Islam oleh Wali Songo, maka masjid yang dibangun oleh Syekh Quro, kemudian disempurnakan oleh para ulama dan Umat Islam yang modelnya berbentuk “joglo” beratap 2 limasan, hampir menyerupai Masjid Agung Demak dan Cirebon.

Pengabdian Syekh Quro dengan para santri dan para ulama generasi penerusnya adalah “menyalakan pelita Islam”, sehingga sinarnya memancar terus di Karawang dan sekitarnya.

Makam Syekh Quro terdapat di Dusun Pulobata, Desa Pulokalapa, Kecamatan Lemahabang, Lokasi makam penyebar agama Islam tertua, yang konon lebih dulu dibandingkan Walisongo tersebut, berada sekitar 30 kilometer ke wilayah timur laut dari pusat kota Lumbung Padi di Jawa Barat itu.

Dalam sebuah dokumen surat masuk ke kantor Desa Pulokalapa tertanggal 5 November 1992, ditemukan surat keterangan bernomor P-062/KB/PMPJA/XII/11/1992 yang dikirim Keluarga Besar Putra Mahkota Pangeran Jayakarta Adiningrat XII. Surat tersebut ditujukan kepada kepala desa, berisi mempertegas keberadaan makam Syekh Quro yang terdapat di wilayah Dusun Pulobata Desa Pulokalapa, Kecamatan Lemah Abang bukan sekedar petilasan Syekh Quro tetapi merupakan tempat pemakaman Syekh Quro.

Selain itu, di Dusun Pulobata juga terdapat satu makam yang diyakini warga Karawang sebagai makam Syekh Bentong atau Syekh Darugem, yang merupakan salah seorang santri utama Syekh Quro.

Itulah sejarah pahlawan islam yang juga salah satu waliyullah, oleh karena itu, kami terinspirasi atas jasa-jasanya beliau sehingga namanya kami jadikan nama pasukan di GP Gudep 10103.

* Dari berbagai sumber

No tags for this post.
Feb 9
Pimpinan adalah amanat
icon1 Jackadmblog | icon2 Tak Berkategori | icon4 02 9th, 2009| icon3No Comments »

Astaghfirullahal ‘adzim.

Itulah kata pertama yang terucap ketika Ku terpilih menjadi Ketua Dewan Penggalang gudep 10103, aku takut mengemban amanat yang begitu berat. Sekarang ditanganku lah maju dan mundurnya anggota pramuka dan Gerakan Pramuka Gudep 10103.

Namun ketika hati kecil berbisik, ambilah amanat itu krena kau lah yang dipercaya, maka tanpa ragu dengan ucapan Basmalah, ku terima amanat yang dipercayakan kepadaku. sudah 1 Bulan ku menjadi Ketua DP (Pratama) Gudep 10103, dan stu persatu Amanat Muspas aku laksanakan, mulai dari Loyalitas hingga kedisiplinan. semuanya ku coba tuk dilaksanakan.

Sempat terpikir, menjdi Ketua Dewan Penggalang saja sudah sangat berat, apalagi jika menjadi Presiden. dan saya berdo’a semoga Presiden baru nanti bisa melaksanakan amanat rakyat, dan menjadi pemimpin yang bijaksana, adil serta penuh kasih sayang.

(artikel ini berasal dari pernyataan langsung Ketua DP Gudep 10103)

No tags for this post.
Feb 7

State college, President-elect Obama will soon take charge of government that is materially and morally depleted. One thing he will not be short of, however, is advice on how to run the world. Among those most willing not be short of, however, is advice on how to run the world . Among those most willing to offer him guidance on foreign policy will be the proponents of realism and idealism. He would do well to ignore both and instead seek an approach that reflect another “ism” – Pragmatism.

When not offering the realist are usually found debating each other. The realist – exemplified by former Secretary of state Henry Kissinger – says it is anarchy out there so every country’s survival, even it that negatively affects other countries

The idealist – exemplified by President Woodrow Wilson – believe, a bit like Rodney King, that all nations ought to be able to just get along. They say countries should cooperate because all will be better off and that, in today’s ever more globalized world, no country can go at alone

To be sure the realist/idealist debate is not the only one international affairs. The expert place themselves in many camps as they do battle over a world with which some of them have had little contact. But they are two colors journalistist and pundits often use when painting a picture of foreign policy.

George W. Bush was described as coming to power as a hard-nosed realist who scomed enterprises enterprises such as nation building. now a common story line has him leaving office as an idealist who believes there is nothing agood dose democracy - spoon-fed by massive US intervention, if need be - won’t cure. Bill Clinton, on the other hand, was said to have arrived in Washington as an idealist, only to leave as a realist. Having to confront the limits to which other countries are willing and able to cooperate can make a leader feel mugged by reality.

Can a president’s worldview realy change so radically? or is it just a change in tactics and the therotic used to disguise them? Regardless, Obama should avoid the grand theorities and base his policies on pragmatism. pragmatism does not rigidly adhere to any ideology, but instead simply ask: Will this work? That doesnot imply ognoring our principless, but it does require an appreciation for the art of the possible. Pragmatism, like bipartisanship, is promised far more often than it is delivered. Hillary Clinton asserted in her confirmation hearings this week that the new administration will have a pragmatic foreign policy. That won’t be easy, as it is more likely to procedure result in the long run than sound bites for the next news cycle. And her effectiveness abroad may be limmited by the pressure she’ll face to respond to interest groups at home. it will also lead to criticism from realists and idealists. consider missile defense and NATO expansion. Missile defense is popular with realist because it fits their philosophy and because they are often found in think tanks supported by defense contractors. it is a system that does not work, how ever, to combat a threat that doesn’t exist. $ 10 billion a year is being spent to deploy it in the US, and the Bush team has pushed strongly for sites in Poland and the Czech Republic. That has irritated both our European allies and our potential adversary, Russia.

The administration has also pressed for NATO membership for new democracies such as Georgia and Ukraine. But those two countries have demonstrated that it takes more than an election to make a real democracy. The institutions that are the foundation of democracy cannot be built overnight, and NATO membership is not going to create them instanteously.

Georgia and Ukraine should therefore undergo a long trial period before they are considered for NATO membership - especially since the farmer treats its minorities poorly, harasses the opposition press, and started last summer’s confrontation with Russia. Contrary to what Senator McCain proclaimed during the presidential campaign, we aren’t all Georgians now. If we were we would either be reduced to making hollow threats or risking a confrontation our military can’t affroad.

While Rusia clearly overreacted in Georgia and is showing antidemocratic tendencies, the US need Russia’s cooperaion on a host of issue far more than it needs more weak members of NATO. Some armchair generals would rather confront Russia than let it have its own sphere of influence, but there is little real choice.

The main reason these policies are being pushed is that they are part of Mr. Bush’s attempt to set a legacy. Like Guantanamo and torture, Mr. Obama should end them as soon as possible, whether or not the realists or idealists like it.

Dennis Jett, a former US ambassador to Mozambique and Peru, is a professor of international affairs at Penn State’s School of International Affair. His most recent book is “Why American Foreign Policy Fails: Unsafe at Home and Despised Abroad.”

No tags for this post.
Feb 7
Aku untuk Negeriku
icon1 Jackadmblog | icon2 Kepramukaan | icon4 02 7th, 2009| icon31 Comment »
Assalamu’alaikum wr. wb.

Indonesia adalah negeri yang kaya, mulai dari Sumberdaya Manusia, Sumberdaya Alam, bahkan hingga bahasa, suku, budaya yang beraneka ragam. tetapi ironis, sekali melihat perkembangan yang terjadi di Negara Indonesia akhir-akhir ini. Kelaparan, kemiskinan, kebodohan, keterpurukan, kejahatan, korupsi, mewarnai pemandangan sepintas Wajah Indonesia.

Apa yang terjadi, Salah siapa, harus bagaimana, janganlah menjadi pertanyaan tentang semua yang terjadi di Indonesia. Tetapi yang harus kita pertanyakan adalah, apa yang telah kita lakukan untuk Negeriku tercinta Indonesia Raya.

Pertanyaan tersebut, terkadang mampir di kedua telingaku, hingga qolbu, dan pikiran, sehingga terus berpikir apa yang bisa saya lakukan untuk Indonesia Raya. Jadi Anggota Dewan takut Korupsi, Jadi Menteri Gak da yang ngajak, Apalagi Jadi Presiden Jauhhhhh.

Akhirnya ku temukan jawaban, untuk memberikan sesuatu yang berarti buat Indonesia Raya, tidak perlu jadi Presiden, Menteri Anggota Dewan, TNI, Polri, tetapi cukup dengan aktifitas yang sekarang ku lakukan yaitu jadi Pembina Pramuka.

Mengapa menjadi pembina pramuka bisa memberikan sesuatu yang berarti terhadap Indonesia. Hanya satu jawaban, yaitu: hanya dengan menjadi anggota pramuka aku bisa merubah/membentuk budaya hidup anak-anak remaja yang gemar Narkoba, hanya dengan Pramuka ku bisa membentuk anak-anak/remaja yang memiliki mental pemimpin yang baik.

Ini bukan opini saja, sudah banyak fakta yang membuktikan bahwa dengan menjadi anggota pramuka bisa menyelamatkan bangsa. Saya teringat pada suatu waktu, tepatnya ketika latihan Pramuka, saya sempat memberikan amanat kepada adik-adik saya Anggota Pramuka SMP Islam Rengasdengklok, dan bunyinya adalah sebagai berikut:

……….. Adik-adiku anggota Pramuka, Hiduplah dengan sesuatu yang berguna, dan Jangan hidup apabila tidak berguna, Manusia dilahirkan tidak untuk membawa kerusakan, kebodohan, kejahatan, kejelekkan. Oleh karena itu kita sebagai anggota pramuka harus mempunyai guna, baik untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat dan Negara. Apa yang bisa kita lakukan untuk mendayagunakan diri kita? (seorang anggota bertanya). Kemudian akupun menjawab, Adik-adikku yang harus kita lakukan untuk mendayagunakan diri kita adalah, sbb:
1. Awali semua aktifitas dengan berdo’a (untuk muslim baca Basmalah)
2. Kerjakan sesuatu yang bisa kita kerjakan, dan jangan mudah putus asa dalam pekerjaan itu
3. Jangan pernah menganggap sesuatu itu mudah (Sepele).
4. Simpati dan Empati harus dimiliki
5. Takutlah akan siksa Allah swt.
6. Lakukan sesuatu dengan ikhlas tanpa pamrih.
7. Serahkan semua urusan kita terhadap pencipta.
8. Realisasikan Kode Kehormatan Gerakan Pramuka yaitu Trisatya dan Dasa Dharma.

Itulah kata-kata yang sempat terucap, dan hal yang akan ku lakukan untuk negeriku saat ini Melakukan aktifitas sehari-hari dengan, ikhlas dan tawwakal kepada Allah, adapun aktifitas itu antara lain:
1. Semangat dalam membimbing anggota pramuka sehingga menjadi pemuda yang kuat mental, fisik dan spritual. Karena di tangan pemudalah masa depan bangsa.
2. Mengisi waktu luang/libur dengan kegiatan bermanfa’at bersama para anggota pramuka. seperti Pengujian SKK Gerak Jalan, Persami Trilogi, Dian Pinru, Gladi Patriot. Sehingga para pemuda (Anggota pramuka) tidak akan terlibat dalam kegiatan yang tidak berguna seperti Narkoba, Kenakalan Remaja, dsb.
3. Selalu mengkampanyekan, “Apa yang telah saya lakukan hari ini” kepada anggota pramuka. sehingga para anggota pramuka termotifasi untuk mengisi hari-hari dengan sesuatu yang berdaya guna.
4. Mendo’akan negeri tercinta, semoga menjadi negeri yang Baik (Thayibatun Warabbun Ghafur) ketika selesai Shalat.
5. Bertawwakal, menyerahkan semua yang saya lakukan kepada Allah.

Mungkin hanya hal-hal tersebut yang bisa saya lakukan untuk Indonesia, walaupun kecil dan tak berarti dibandingkan dengan Presiden, Menteri, Anggota Dewan, Polisi, TNI, dll. Tapi saya yakin dan bertawakal. Semoga dengan Pengemblengan, Pembinaan, pembimbingan yang telah saya lakukan terhadap para anggota pramuka menghasilkan calon-calon pemimpin di hari yang akan datang, dan para pemuda yang bermanfaat bagi diri sendiri, Keluarga, Masyarakat, dan mudah-mudahan bagi Negeri Indonesia tercinta. karena sebagaimana yang dikatakan oleh orang-orang Bijak, bahwa Pemuda hari ini adalah Pemimpin di Masa Depan.

Semoga bermanfaat, Wallahu ‘alam. dan menjadi bagian terkecil bagi perbaikan bangsa.
Akhirul Kalam Wassalamu’alaikum wr.wb.

No tags for this post.
Feb 6
Lomba Blog
icon1 Jackadmblog | icon2 LOMBA | icon4 02 6th, 2009| icon3No Comments »
Assalamu’alaikum wr. wb.

Diberitahukan kepada rekan-rekan bloger bahwa Blog Competition 2009 (Lomba Blog) telah dibuka pendaftarannya dan ditutup pada 12 Februari 2009. oleh karena itu kepada rekan-rekan bloger yang belum mendaftarkan diri bisa daftar disini. silahkan klik DAFTAR untuk mengetahui tata cara pendaftaran.

OK, nunggu, pa lagi, yo cepetan daftar, GRATIS. Hadiahnyapun menarik.

Wassalamu’alaikum wr.wb.

No tags for this post.